March 23, 2007

300

Filed under: thoughts

yo, mumpung lagi niat post nih. sekalian membersihkan nama.
[gara-gara ym dari seseorang "den… hari gini casino royale??"]

ugh…
nih, gw kasih review film anyar,
baru,
fresh…

300300

hohoho… hueheuehu…
sebenernya gak baru2 amat,
tapi secara masih ditayangin di bioskop2… ya baru lah ya.

oke kembali ke topik
[saya tidak akan menuliskan ‘laptop coret’ pada kalimat diatas.
basbang… emoticon]

lagi-lagi satu film yang from comic to screen.
komiknya karangan frank miller. yang juga ngarang sin city.
film-film adaptasi komik biasanya identik dengan tokoh-tokoh super hero, manusia super, dll.
tapi di komik 300 ini, ceritanya agak beda. ceritanya punya latar belakang sejarah Yunani.
sebenernya dibilang komik superhero ada benernya juga, meski gak ada super-supernya. soalnya ceritanya tentang kepahlawanan Raja Leonidas, pemimpin Sparta, hanya dengan 300 prajuritnya yang loyal, ngelawan jutaan tentara Persia yang mau ngejajah sparta di Thermopylae.
kalo pake logika, udah jelas 300 pasti kalah lawan sejuta. tapi justru yang ditampilin disini adalah gimana perjuangannya si Leo tadi bersama 300 anak buahnya mati2an ngelawan logika tadi. dengan kata lain ya… siap mati.
di sisi lain, diceritain juga [meski sekilas] perjuangan istrinya pak leo [kok kaya nama paranormal?] menarik simpati senat di Sparta untuk ikut perhatian masalah akan-dijajah-persia ini. soalnya tadinya berdasarkan ramalan oracle, sparta gak boleh perang karena dalam waktu dekat akan ada pesta kebun perayaan-entah-apa-namanya-pokoknya-suci.
perjuangan istrinya gak kalah berat. soalnya harga yang dia bayar, cuma biar suaranya bisa masuk senat, senilai tubuhnya. karena emang waktu itu wanita dianggap rendah engga setara laki-laki. dan btw, istrinya Lonidas itu cewe… [perlu ga sih ini?]

oke segitu tentang novel dan ceritanya.
sekarang masuk ke filmnya: kalo pake nilai sih, gw pribadi ngasih 8 out of 10.
terutama buat sinematografinya. 2 thumbs up. emoticon
blue&green screen
btw, film ini 90% adegannya pake blue screen.
[sisanya green screen… hahah]
mungkin gara2 itu juga sutradara jadi bisa seenaknya nyari shot yang emang diinginin.
tapi seenggaknya itu semua keliatan wajar pas ditonton.
gak blbh. gak juga janggal.
mungkin gara2 emang penonton udah di plot bahwa cerita yang bakal mereka tonton itu emang cerita fantasi.
jadi gak aneh tau2 disuguhin view yang megah, yang gak biasa.

tapi jangan salah. pake blue screen bukan berarti jadi film cupu.
kualitas akting aktor-aktornya juga harus paten.
makanya gak keliatan janggal tadi bisa tercapai.
kalo dipikir2 lagi, akting aja udah pura2.
ditambah lagi pura2 berada di yunani di masa 480 SM.
di dalam studio yang sekelilingnya biru semua.
salut aja deh buat Gerard Butler si Leonidas sama Lena Headey sang Ratu.

kesimpulannya:
buat moviegoers yang pengen cari tontonan yang gak berat tapi juga astonishing, film 300 ini cocok aja.
soalnya emang sinematografinya mantap.
tapi kalo yang puasnya sama film yang jalan ceritanya keren (+twisted ending) ya mending duit nontonnya disimpen buat yang laen.
[kecuali buat mahasiswa kampus gajah yang bisa sedot gratis di r*l*ks]
film 300 ini salah satu film yang manjain mata tapi gak begitu nyusahin otak [bikin mikir…]

trivia:

  • The filmmakers used bluescreen 90% of the time, and greenscreen for 10%. They chose blue because it better matched the lighting paradigm (green would have been too bright) and because red garments (a la spartan capes) look better when shot over blue.
    [tuh kan bener. sisanya green screen…]
  • The film was shot in 60 days. There was one day of location shooting, which was for the horses that were shot for the ‘approaching sparta’ scene
    [dari 60 hari, syuting lokasinya (di luar studio) cuma sehari. itu pun cuma gara2 ada kuda. ckckck…]
  • The script demanded that most of the male cast spend the majority of their screen time bare-chested, as per Frank Miller’s original graphic novel. Therefore, in order to adequately present themselves as the most well-trained and marshalled fighting force of the time, the entire principal cast underwent a rigorous and varied training regime for 6 weeks prior to shooting.
    [tanpa bermaksud merendahkan martabat cewe, buat cewe-cewe(dan cowo-cowo?) gatel. habis nonton film ini pasti pengen garuk2. pamer six packs dimana-mana… hmm, jadi inget masa muda dulu… emoticon]
  • buat yang penasaran ama xerxes, dia diperankan sama rodrigo santoro. iya dia emang secantik(emoticon) itu. He was on People (USA) magazine’s ‘50 Most Beautiful’ list [2004]. dan tidak, dia tidak setinggi itu. itu cuma efek kamera Saudara2… Ini buktinya:
    gerry(leonidas), lena(queen gorgo), and rodrigo(xerxes)

quote:

  • Spartans! Enjoy your breakfast, for tonight we dine in Hell! (Spartan King Leonidas)

source:
informations and pictures were gathered from here and here