Ya, saya baru saja membuat account di wordpress.com. Bukan atas niatan langsung pindahan ke domain baru, tapi murni sekedar iseng saja. Melihat tadi siang teman saya membuat account baru di wordpress [atas dorongan setan-untungnya-tampan ini dia akhirnya tertarik untuk masuk ke dalam dunia hitam perblogan] dengan menggunakan komputer saya. Setelah proses registernya berlalu bersama orangnya [dengan kata lain(dkl): dia pulang], saya pun tergoda mencoba nikmat fana yang ditawarkan domain berinisial WP itu. Karena proses berpikir saya yang sedang tersita untuk hal lain waktu itu [dkl: malas berpikir] saya menggunakan username yang sama dengan username saya di blogsome, duta*, dan ujung-ujungnya nama blog yang sama pula, tusuk gigi**.
Jadi, jika ada diantara Anda para pembaca blog yang punya blog di wordpress yang pernah saya mampiri dan secara tidak sengaja [meskipun ketidaksengajaan yang jelas-jelas disengaja] tertinggal jejak berupa comment dari account baru saya di wordpress, saya meminta maaf atas tipuan sesaat itu. Blog resmi saya untuk sementara ini masih berada di sini, [at]blogsome[dot]com.
Mungkin nanti, setelah saya selesai bereksplorasi di sana dan menemukan kesimpulan bahwa ternyata wordpress lebih bagus daripada blogsome, baru saya akan melakukan pindahan. Atau dari teman-teman pengguna wordpress ada yang bisa membantu menemukan kesimpulan itu lebih cepat, kenapa saya harus pindah ke wordpress atau kenapa saya harus bertahan di blogsome?
—
*Saya sering takjub dengan kenyataan ini. Kenyataan bahwa orang-orang yang bernama duta, yang hanya empat karakter dan tidak susah-susah amat diejanya, tidak banyak yang ngeblog. Atau kalau saya salah, mungkin orang-orang yang bernama duta tidak bangga akan namanya sehingga tidak ingin menamakan blognya serupa namanya.
*Saya sering takjub dengan kenyataan ini. Kenyataan bahwa orang-orang yang bernama duta, yang hanya empat karakter dan tidak susah-susah amat diejanya, tidak banyak yang ngeblog. Atau kalau saya salah, mungkin orang-orang yang bernama duta tidak bangga akan namanya sehingga tidak ingin menamakan blognya serupa namanya.
**Sudah pernah saya jelaskan belum ya? Kenapa dinamakan tusuk gigi? [Yang jelas bukan karena dina-kelaparan-banget-sementara-yang-ada
di-dekatnya-hanya-tusuk-gigi-sehingga-jadi-gila-lalu-memakannya]
di-dekatnya-hanya-tusuk-gigi-sehingga-jadi-gila-lalu-memakannya]