Pertama kali tahu keberadaannya, oleh gunjang-ganjing teman seband. Yang katanya dia adalah wanita sempurna. Cantik, pintar, baik, ramah, skill musiknya oke, sporty juga, tajir, aktivis, banyak kegiatan dimana-mana, gaul, dan banyak lagi hal yang bisa dikagumi laki-laki terhadap seorang wanita. Bahkan, lead composer band kami, membuat sebuah lagu yang dibuat untuknya terinspirasi darinya. Sayang sekali, ketika ada kesempatan bagi band kami untuk latihan bersama dengannya [dia bermain biola], saya harus absen karena sesuatu hal. Sial. Padahal saya ingin melihat ekspresinya ketika tahu lagu tersebut dipersembahkan untuknya. Saat mendengar bahwa dia telah memiliki seseorang, beberapa personel kami patah hati. Akan tetapi mulai bisa nerimo setelah tahu seseorang tersebut ganteng, baik, skill musiknya [bass] keren pisan, aktivis [ketua himpunan, gitu], tajir, dan banyak lagi hal yang hanya dimiliki oleh penggabungan sifat-sifat unggul personel-personel band kami [gitaris kami, tajir tapi jelek; basis kami, skill tapi jelek; drummer kami, aktivis tapi jelek; keyboardis band kami, udah gendut juga jelek; saya, baik tapi agak ganteng sedikit].
Itu tahun pertama dan kedua. Tentunya euforia berlebihan terhadapnya mulai menyusut seiring waktu. Di tahun ketiga, saya akhirnya mendapat kesempatan bekerja sama dengannya dalam suatu kepanitiaan olimpiade. Kalau tidak salah di divisi non-pertandingan. Saya yang mendaftar di dalam divisi tersebut [karena ketua divisinya adalah bung IPK 4 yang ini, yang notabene sejurusan] akhirnya mendapat kesempatan untuk berkontribusi setelah sebelumnya gaji buta, pada acara one week tour. Ceritanya dalam seminggu, panitia membawa obor olimpiade ke himpunan-himpunan sebagai bentuk dukungan mereka terhadap olimpiade. Kalau tidak salah, dia adalah ketua panitia acara ini. Long story short, saya berhasil dijebak manusia ber-IPK 4 untuk menjadi danlap hari terakhir acara tersebut. Jadilah saya berputar-putar di seputar kampus berteriak-teriak membawa TOA "turunkan harga BBM, turunkan harga tempe, turunkan harga HP, saya mau beli HP" mengunjungi himpunan-himpunan. Disana, kali pertama saya berkenalan dengannya, melalui mediator bung IPK 4.
"Shana," Ujarnya saat menjabat tangan saya. "Makasih ya, sudah mau jadi danlap. Lain kali minta tolong lagi ya." sambil melempar senyum. Saya terdiam sesaat, terpesona lebih tepatnya. Ada semacam aura [yang sekarang saya definisikan sebagai, Aura Shana] disana. Aura itu membuat saya rasanya ingin membantu lebih banyak lagi di olimpiade. "Dendy," jawab saya, tanpa menyadari orangnya sudah tidak ada disana.
Di tengah tahun ketiga, baru saya mendapatkan kesempatan benar-benar mengenalnya. Ketika dia menghampiri saya di suatu hari yang cerah untuk jiwa yang sepi, menawarkan saya untuk ikut berkontribusi di kabinet Ijul yang baru saja terpilih menjadi presiden KM ITB. Ketika itu, saya memang ingin menyalurkan energi berlebih. Siapa tahu nanti di kabinet dapat kecengan, lalu jadian, lalu nikah, lalu punya anak, lalu seterusnya. Jadi, tawaran menjadi wakil menkominfo itu saya iyakan saja tanpa pikir panjang. Haha. Sungguh merupakan hari yang cerah bagi dia, menteri kominfo, dapat satu wakil tanpa perlu persuasi susah payah.
Di kominfo, saya jadi kenal banyak wanita yang sering dipanggil shabul ini [shana bulet, shana gembul, shana shabul, dll]. Panggilan sayang tersebut datang, terutama karena pipinya yang menutupi sebagian besar mukanya. Hahaha. Saya juga lebih mengenal apa itu Aura Shana, beserta efek positif maupun negatifnya [Berbahaya, lho. Bagi lelaki single, ganteng, kepedean kalau lama-lama berada dekat dia. Haha.]
Demikianlah, akhir dari awal perjumpaan saya dengan wanita luar biasa ini. Selama setahun bekerja bersamanya, banyak hal yang saya pelajari. Banyak tawa, sangat sedikit air mata, dan beberapa murka. Terutama akhir-akhir kepengurusan. Hehe. [Maap ya, Bu]. Satu yang paling saya ingat dari wanita ini, adalah senyumnya. Selalu mengiringi kemana dia pergi. Di balik senyum itu ada kepercayaan untuk mengubah lingkungan sekitarnya, dan bahkan dunia, menjadi lebih baik. Karena itu ketika dia mencalonkan diri dan terpilih sebagai presiden [wanita pertama] KM ITB, saya yakin, kemahasiswaan ITB akan menjadi lebih baik. Indonesia akan menjadi lebih baik.
Selamat kepada Shana Fatina Sukarsono yang telah terpilih menjadi Presiden Kabinet KM ITB 2008/2009. Semoga bisa menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Sebagai ucapan selamat, ini lagu dari SWGTB yang dulu kami persembahkan untukmu. Hwehehe.
![]()
Biola Penyayat Hati by SWGTB
Gerakanmu
Indah tak hanya bagi diriku
Menakjubkan tak hanya untukku
Kau sempurna
Banyak orang berkata begitu
Dan memancing angan kesombongan, untuk memiliki(*)
Cahayamu
Datang menyilaukan mata ini
Menyenangkan juga memedihkan
Bukan salahmu
Sinar itu terpancar darimu
Mungkin memang engkau yang terpilih
tuk tebarkan aura kekagumanBridge:
Ketidak mampuan aku untuk mendekati,
kadang kala menyakitkan hatiReff:
Back to * (1x)
Nada indah teruntai bukan tuk dinikmati
bagai biola penyayat hati
damai suara menggema bukan tuk diikuti
engkau biola penyayat hatisha nana nana nana nana,
sha nana nana nana nana,sha nana na nana na nana nana nana,
na nana nana nana nana (3x)Reff:
Nada indah teruntai bukan tuk dinikmati
bagai biola penyayat hati
damai suara menggema bukan tuk diikuti
engkau biola penyayat hatiEngkau biola penyayat hati.
Biola, penyayat hati.
Lagu bisa didengarkan disini.