April 5, 2008

Buat SFS

Filed under: thoughts, stories, lessons

Pertama kali tahu keberadaannya, oleh gunjang-ganjing teman seband. Yang katanya dia adalah wanita sempurna. Cantik, pintar, baik, ramah, skill musiknya oke, sporty juga, tajir, aktivis, banyak kegiatan dimana-mana, gaul, dan banyak lagi hal yang bisa dikagumi laki-laki terhadap seorang wanita. Bahkan, lead composer band kami, membuat sebuah lagu yang dibuat untuknya terinspirasi darinya. Sayang sekali, ketika ada kesempatan bagi band kami untuk latihan bersama dengannya [dia bermain biola], saya harus absen karena sesuatu hal. Sial. Padahal saya ingin melihat ekspresinya ketika tahu lagu tersebut dipersembahkan untuknya. Saat mendengar bahwa dia telah memiliki seseorang, beberapa personel kami patah hati. Akan tetapi mulai bisa nerimo setelah tahu seseorang tersebut ganteng, baik, skill musiknya [bass] keren pisan, aktivis [ketua himpunan, gitu], tajir, dan banyak lagi hal yang hanya dimiliki oleh penggabungan sifat-sifat unggul personel-personel band kami [gitaris kami, tajir tapi jelek; basis kami, skill tapi jelek; drummer kami, aktivis tapi jelek; keyboardis band kami, udah gendut juga jelek; saya, baik tapi agak ganteng sedikit].

Itu tahun pertama dan kedua. Tentunya euforia berlebihan terhadapnya mulai menyusut seiring waktu. Di tahun ketiga, saya akhirnya mendapat kesempatan bekerja sama dengannya dalam suatu kepanitiaan olimpiade. Kalau tidak salah di divisi non-pertandingan. Saya yang mendaftar di dalam divisi tersebut [karena ketua divisinya adalah bung IPK 4 yang ini, yang notabene sejurusan] akhirnya mendapat kesempatan untuk berkontribusi setelah sebelumnya gaji buta, pada acara one week tour. Ceritanya dalam seminggu, panitia membawa obor olimpiade ke himpunan-himpunan sebagai bentuk dukungan mereka terhadap olimpiade. Kalau tidak salah, dia adalah ketua panitia acara ini. Long story short, saya berhasil dijebak manusia ber-IPK 4 untuk menjadi danlap hari terakhir acara tersebut. Jadilah saya berputar-putar di seputar kampus berteriak-teriak membawa TOA "turunkan harga BBM, turunkan harga tempe, turunkan harga HP, saya mau beli HP" mengunjungi himpunan-himpunan. Disana, kali pertama saya berkenalan dengannya, melalui mediator bung IPK 4.

 

"Shana," Ujarnya saat menjabat tangan saya. "Makasih ya, sudah mau jadi danlap. Lain kali minta tolong lagi ya." sambil melempar senyum. Saya terdiam sesaat, terpesona lebih tepatnya. Ada semacam aura [yang sekarang saya definisikan sebagai, Aura Shana] disana. Aura itu membuat saya rasanya ingin membantu lebih banyak lagi di olimpiade. "Dendy," jawab saya, tanpa menyadari orangnya sudah tidak ada disana.

Di tengah tahun ketiga, baru saya mendapatkan kesempatan benar-benar mengenalnya. Ketika dia menghampiri saya di suatu hari yang cerah untuk jiwa yang sepi, menawarkan saya untuk ikut berkontribusi di kabinet Ijul yang baru saja terpilih menjadi presiden KM ITB. Ketika itu, saya memang ingin menyalurkan energi berlebih. Siapa tahu nanti di kabinet dapat kecengan, lalu jadian, lalu nikah, lalu punya anak, lalu seterusnya. Jadi, tawaran menjadi wakil menkominfo itu saya iyakan saja tanpa pikir panjang. Haha. Sungguh merupakan hari yang cerah bagi dia, menteri kominfo, dapat satu wakil tanpa perlu persuasi susah payah.

Di kominfo, saya jadi kenal banyak wanita yang sering dipanggil shabul ini [shana bulet, shana gembul, shana shabul, dll]. Panggilan sayang tersebut datang, terutama karena pipinya yang menutupi sebagian besar mukanya. Hahaha. Saya juga lebih mengenal apa itu Aura Shana, beserta efek positif maupun negatifnya [Berbahaya, lho. Bagi lelaki single, ganteng, kepedean kalau lama-lama berada dekat dia. Haha.]

Demikianlah, akhir dari awal perjumpaan saya dengan wanita luar biasa ini. Selama setahun bekerja bersamanya, banyak hal yang saya pelajari. Banyak tawa, sangat sedikit air mata, dan beberapa murka. Terutama akhir-akhir kepengurusan. Hehe. [Maap ya, Bu]. Satu yang paling saya ingat dari wanita ini, adalah senyumnya. Selalu mengiringi kemana dia pergi. Di balik senyum itu ada kepercayaan untuk mengubah lingkungan sekitarnya, dan bahkan dunia, menjadi lebih baik. Karena itu ketika dia mencalonkan diri dan terpilih sebagai presiden [wanita pertama] KM ITB, saya yakin, kemahasiswaan ITB akan menjadi lebih baik. Indonesia akan menjadi lebih baik.

Selamat kepada Shana Fatina Sukarsono yang telah terpilih menjadi Presiden Kabinet KM ITB 2008/2009. Semoga bisa menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Sebagai ucapan selamat, ini lagu dari SWGTB yang dulu kami persembahkan untukmu. Hwehehe.

shabul 

Biola Penyayat Hati by SWGTB

Gerakanmu
Indah tak hanya bagi diriku
Menakjubkan tak hanya untukku
Kau sempurna
Banyak orang berkata begitu
Dan memancing angan kesombongan, untuk memiliki

(*)
Cahayamu
Datang menyilaukan mata ini
Menyenangkan juga memedihkan
Bukan salahmu
Sinar itu terpancar darimu
Mungkin memang engkau yang terpilih
tuk tebarkan aura kekaguman

Bridge:
Ketidak mampuan aku untuk mendekati,
kadang kala menyakitkan hati

Reff:
Nada indah teruntai bukan tuk dinikmati
bagai biola penyayat hati
damai suara menggema bukan tuk diikuti
engkau biola penyayat hati

Back to * (1x)

sha nana nana nana nana,
sha nana nana nana nana,

sha nana na nana na nana nana nana,
na nana nana nana nana (3x)

Reff:
Nada indah teruntai bukan tuk dinikmati
bagai biola penyayat hati
damai suara menggema bukan tuk diikuti
engkau biola penyayat hati

Engkau biola penyayat hati.

Biola, penyayat hati.

Lagu bisa didengarkan disini.

May 19, 2007

saya jadi cover model

Filed under: stories, lessons

Beberapa waktu yang lalu saya dan teman lama saya ketika smp, berbalas pesan singkat [sms] akibat trigger dari teman lama saya tersebut. Pesan-pesannya sendiri sudah saya hapus. Di bawah ini detailnya hanya rekaan kira-kira saya.

teman lama ketika smp(tlks): den, kok gak bilang-bilang jadi model cover buku?

saya: ha? MODEL COVER BUKU?

tlks: iya, buku judulnya EO for Teens.

saya: serius? salah liat kali.

tlks: iya. aku lagi di gramedia nih. lagi megang bukunya.

saya: gak percaya. kapan terakhir kamu liat aku coba? masih inget gak sama mukaku?

tlks: yey, mukamu gak sejelek itu kali biar mudah dilupain. emang kamu ga tau? wah, harus minta royalti nih.

saya: huh, bilang aja ngganteng. iya, aku sama sekali ga tau. describe me di cover itu.

tlks: dasar narsis. kamu lagi pake udeng ungu sama baju safari biru, aku langsung notice, kamu kan pernah bilang kalo ikut baleganjur. btw, kamu manis juga disana.

saya: *blush* ehm.. dah tahu. safari biru? itu kan seragam unit. oh, aku lagi pake baju Bali? bentar-bentar. kurang menjelaskan. aku sendirian? segede apa emang fotonya?

tlks: ada temen-temenmu juga kok. fotomu di cover belakang. gak begitu gede. tapi lumayan langsung ke-notice kok.

saya: ow, jadi berbanyak? cover belakang?  akh, kecewa… :D   penasaran nih. kamu beli gak bukunya?

tlks: dasar. ngarep jadi model tunggal cover depan yah? buat apa kubeli. lagian ini udah gak di gramed.

saya: yeah, kan katanya ada fotoku. beli bukunya buat covernya, bukan buat isinya. hehe. btw, thanks for the info yah.

tlks: hu. asem. den, kalo dah dapet duit royaltinya inget transfer ke sini ya. jangan lupa cost infonya. :P

saya: sial. masih aja cewe matre. btw, udah sampe rumah ini? lagi ngapain?

dst.

Hmm. Akhirnya kemarin saya dapat bukunya. EO For Teens, Bisnisnya Anak Sekolahan. Ditulis oleh Ryu Tri. Diterbitkan oleh penerbit DAR! Mizan. Benar apa kata teman saya, ada foto saya disana. Lebih tepatnya ada foto beberapa anak MGG yang sedang pentas di CC [campus center] ITB. Konsep covernya, kolase foto-foto acara atau kegiatan, dan di cover belakang juga, ada foto sekelompok orang yang tampak seperti panitia suatu acara. Mungkin konsep cover ini dibuat sesuai konsep bukunya membahas E[vent] O[rganizer] untuk remaja.

Yang menjadi permasalahan saya adalah, legalkah hal ini? Dalam artian hal ini adalah memuat foto yang berkaitan dengan seseorang yang sama sekali tidak tahu menahu mengenai pemuatannya ke dalam suatu bentuk yang nantinya akan diproduksi massal untuk kemudian diperjual belikan.

Untuk kasus saya mungkin orang akan berkata,

"Memangnya kenapa sih den? Toh kamu gak rugi ini."

Yup, itu benar. Untuk kasus ini saya sendiri pun tidak mempermasalahkan. Akan tetapi lain halnya kalau misalkan, teman saya tahu-tahu mengirim sms yang isinya,

"Den, muka kamu kok ada di cover buku ‘69 posisi seks terbaru’?"
atau
"Den, kamu salah satu pembunuh terkeji abad ini ya? Foto mukamu di buku itu gak nahan deh."

Ini namanya pencemaran nama baik.

Atau mungkin terjadi kasus seperti ini. Gara-gara foto orang beken yang ditempel jadi cover suatu buku, penjualan buku tersebut jadi laris manis. Kalau berprinsip keadilan, bukankah seharusnya orang beken tersebut berhak menerima sebagian dari keuntungan penjualan buku tersebut, atas andilnya melariskan buku tersebut? [Mungkin ini penyebab pendesain cover buku EO For Teens memasang foto saya…]

Secara default, saya tidak menuntut materi apa-apa dari penulis maupun penerbit buku ini. Yang saya inginkan hanyalah penjelasan. Bagaimana foto saya dan teman-teman saya bisa ada menjadi cover buku itu. Karena bagi saya ini adalah suatu pembelajaran. Siapa yang tahu suatu hari nanti saya mungkin akan menjadi penulis buku juga.

Btw, ini cover buku yang bersangkutan. Foto saya ada pada objek yang diberi lingkaran merah.



NB: gambar diambil dari sini, dan telah diedit oleh dende.

Kucing Schroedinger

Filed under: thoughts, blogs, lessons
Ini penjelasan eksperimen ‘kucing Schroedinger’ dari post yang ini.

Penjelasan ilmiahnya bisa dibaca di sini.

Penjelasan tidak ilmiahnya [versi dende] bisa dibaca di bawah ini:
Eksperimen ini dilakukan oleh seorang ilmuan fisika bernama Erwin Schroedinger yang bertujuan untuk mengilustrasikan kekurangan teori mekanika kuantum pada awalnya. Saya tidak akan menjelaskan mekanika kuantum disini karena saya sendiri nggak ngerti bukan seorang fisikawan, tapi bagi saya eksperimen ‘kucing Schroedinger’ ini menarik. Bayangkan, seekor kucing bisa hidup dan mati di waktu yang bersamaan. Hehe.

Sebelum jadi membingungkan, saya akan jelaskan tahapan eksperimennya. Seekor kucing yang masih hidup diletakkan di dalam sebuah kotak yang memiliki rangkaian alat sebagai berikut: Suatu Geiger Counter berisi suatu zat radioaktif yang kemudian disambungkan dengan suatu mekanisme yang bisa memecahkan sebuah tabung kaca berisi gas beracun mematikan. Peluang untuk zat radioaktif tersebut untuk meluruh dalam waktu satu jam adalah fifty : fifty. Jika terjadi peluruhan, maka Geiger Counter tertrigger, tabung kaca pecah, gas beracun menyebar dalam kotak, kucing pun mati. Jika tidak terjadi peluruhan, kucing tetap hidup. Sederhana sebenarnya.

Teori yang dikemukakan oleh Schroedinger adalah, selama satu jam, kucing tersebut akan berada pada dua kondisi sekaligus. Hidup DAN mati. Ketika setelah satu jam seseorang memutuskan untuk mengecek isi kotak tersebut, maka keseimbangan kuantum [jangan tanya saya apa arti kata-kata ini] kotak tersebut akan terganggu dan kondisi dualisme tadi terpecahkan. Kucing hanya hidup ATAU hanya mati. Sederhana bukan?

picture taken from wiki