May 5, 2008

malas

Filed under: stories

Huah. Udah monday lagi. Sial. Ngapain aja selama ini.

Mana ada temptation, Rabu ini diajak pulang kampung. Mobilan rame-rame bareng temen. Jadi ga keluar ongkos.

Tapi mana bisa balik kalo belum bisa jawab pertanyaan, ‘TA kamu gimana?’

Damn.

Ada sececercah harapan sih harusnya hari ini. Ya Tuhan, mudah-mudahan penyakit malascomplex ini gak menyerang lagi hari ini.

 

picture taken from here

April 8, 2008

Ada apa pada 11 April 2008?

Filed under: stories

Pernah lihat salah satu diantara 8 orang di gambar ini?

(klik pada gambar untuk memperbesar)

Belum pernah?

Yakin?

Wah, kasihan sekali anda kalau belum pernah.

Tapi kalau orang yang ada di gambar di bawah ini, pasti pernah kan?

(klik pada gambar untuk memperbesar)

Yup, benar. Gambar yang terakhir ini adalah kumpulan foto-foto Bli Wayan Balawan. Gitaris legendaris asal Bali yang menemukan teknik tapping 8 jari pada permainan gitar elektrik. Pengakuan atas kehebatannya bermain gitar di dunia bahkan melebihi di dalam negeri sendiri.

Ada dua kesamaan diantara foto 9 orang yang ada pada post ini selain mereka semua sama-sama laki-laki dan sama-sama masih hidup. Kesamaan pertama adalah, mereka sama-sama berasal dari Bali. Yup, 8 wajah ancur orang-orang di foto pertama, yang sebaiknya-tidak-terlalu-lama-dilihat-demi-kesehatan-mata-dan-mental, adalah beberapa anggota Unit Kesenian Bali Maha Gotra Ganesha ITB. Meskipun tidak semuanya native, tapi kedelapannya setidaknya menghabiskan masa-masa bersekolahnya di Pulau Dewata.

Dan kesamaan kedua, yang menjadi main topic pada post ini adalah:

 

 

Kurang terlihat?

Oke, ini lebih jelasnya:

Hehehe. 11 April besok, di lapangan basket CC ITB, Kita-kita sama Bli Balawan bakal sama-sama nampil sepanggung dalam kolaborasi di acara GME. Pada nonton ya. Kapan lagi nonton Balawan sepanggung sama MGG. Huehuehue.

NB: 7 dari 8 orang dari MGG itu asal sekolahnya sama. SMAN 4 Denpasar. Punya ikatan alumni di Bandung namanya Pariprasnena. Mungkin harusnya tercantum di posternya, ‘Balawan Trio in collaboration with Pariprasnena & Friends’. Wkwkwk.

April 5, 2008

Buat SFS

Filed under: thoughts, stories, lessons

Pertama kali tahu keberadaannya, oleh gunjang-ganjing teman seband. Yang katanya dia adalah wanita sempurna. Cantik, pintar, baik, ramah, skill musiknya oke, sporty juga, tajir, aktivis, banyak kegiatan dimana-mana, gaul, dan banyak lagi hal yang bisa dikagumi laki-laki terhadap seorang wanita. Bahkan, lead composer band kami, membuat sebuah lagu yang dibuat untuknya terinspirasi darinya. Sayang sekali, ketika ada kesempatan bagi band kami untuk latihan bersama dengannya [dia bermain biola], saya harus absen karena sesuatu hal. Sial. Padahal saya ingin melihat ekspresinya ketika tahu lagu tersebut dipersembahkan untuknya. Saat mendengar bahwa dia telah memiliki seseorang, beberapa personel kami patah hati. Akan tetapi mulai bisa nerimo setelah tahu seseorang tersebut ganteng, baik, skill musiknya [bass] keren pisan, aktivis [ketua himpunan, gitu], tajir, dan banyak lagi hal yang hanya dimiliki oleh penggabungan sifat-sifat unggul personel-personel band kami [gitaris kami, tajir tapi jelek; basis kami, skill tapi jelek; drummer kami, aktivis tapi jelek; keyboardis band kami, udah gendut juga jelek; saya, baik tapi agak ganteng sedikit].

Itu tahun pertama dan kedua. Tentunya euforia berlebihan terhadapnya mulai menyusut seiring waktu. Di tahun ketiga, saya akhirnya mendapat kesempatan bekerja sama dengannya dalam suatu kepanitiaan olimpiade. Kalau tidak salah di divisi non-pertandingan. Saya yang mendaftar di dalam divisi tersebut [karena ketua divisinya adalah bung IPK 4 yang ini, yang notabene sejurusan] akhirnya mendapat kesempatan untuk berkontribusi setelah sebelumnya gaji buta, pada acara one week tour. Ceritanya dalam seminggu, panitia membawa obor olimpiade ke himpunan-himpunan sebagai bentuk dukungan mereka terhadap olimpiade. Kalau tidak salah, dia adalah ketua panitia acara ini. Long story short, saya berhasil dijebak manusia ber-IPK 4 untuk menjadi danlap hari terakhir acara tersebut. Jadilah saya berputar-putar di seputar kampus berteriak-teriak membawa TOA "turunkan harga BBM, turunkan harga tempe, turunkan harga HP, saya mau beli HP" mengunjungi himpunan-himpunan. Disana, kali pertama saya berkenalan dengannya, melalui mediator bung IPK 4.

 

"Shana," Ujarnya saat menjabat tangan saya. "Makasih ya, sudah mau jadi danlap. Lain kali minta tolong lagi ya." sambil melempar senyum. Saya terdiam sesaat, terpesona lebih tepatnya. Ada semacam aura [yang sekarang saya definisikan sebagai, Aura Shana] disana. Aura itu membuat saya rasanya ingin membantu lebih banyak lagi di olimpiade. "Dendy," jawab saya, tanpa menyadari orangnya sudah tidak ada disana.

Di tengah tahun ketiga, baru saya mendapatkan kesempatan benar-benar mengenalnya. Ketika dia menghampiri saya di suatu hari yang cerah untuk jiwa yang sepi, menawarkan saya untuk ikut berkontribusi di kabinet Ijul yang baru saja terpilih menjadi presiden KM ITB. Ketika itu, saya memang ingin menyalurkan energi berlebih. Siapa tahu nanti di kabinet dapat kecengan, lalu jadian, lalu nikah, lalu punya anak, lalu seterusnya. Jadi, tawaran menjadi wakil menkominfo itu saya iyakan saja tanpa pikir panjang. Haha. Sungguh merupakan hari yang cerah bagi dia, menteri kominfo, dapat satu wakil tanpa perlu persuasi susah payah.

Di kominfo, saya jadi kenal banyak wanita yang sering dipanggil shabul ini [shana bulet, shana gembul, shana shabul, dll]. Panggilan sayang tersebut datang, terutama karena pipinya yang menutupi sebagian besar mukanya. Hahaha. Saya juga lebih mengenal apa itu Aura Shana, beserta efek positif maupun negatifnya [Berbahaya, lho. Bagi lelaki single, ganteng, kepedean kalau lama-lama berada dekat dia. Haha.]

Demikianlah, akhir dari awal perjumpaan saya dengan wanita luar biasa ini. Selama setahun bekerja bersamanya, banyak hal yang saya pelajari. Banyak tawa, sangat sedikit air mata, dan beberapa murka. Terutama akhir-akhir kepengurusan. Hehe. [Maap ya, Bu]. Satu yang paling saya ingat dari wanita ini, adalah senyumnya. Selalu mengiringi kemana dia pergi. Di balik senyum itu ada kepercayaan untuk mengubah lingkungan sekitarnya, dan bahkan dunia, menjadi lebih baik. Karena itu ketika dia mencalonkan diri dan terpilih sebagai presiden [wanita pertama] KM ITB, saya yakin, kemahasiswaan ITB akan menjadi lebih baik. Indonesia akan menjadi lebih baik.

Selamat kepada Shana Fatina Sukarsono yang telah terpilih menjadi Presiden Kabinet KM ITB 2008/2009. Semoga bisa menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Sebagai ucapan selamat, ini lagu dari SWGTB yang dulu kami persembahkan untukmu. Hwehehe.

shabul 

Biola Penyayat Hati by SWGTB

Gerakanmu
Indah tak hanya bagi diriku
Menakjubkan tak hanya untukku
Kau sempurna
Banyak orang berkata begitu
Dan memancing angan kesombongan, untuk memiliki

(*)
Cahayamu
Datang menyilaukan mata ini
Menyenangkan juga memedihkan
Bukan salahmu
Sinar itu terpancar darimu
Mungkin memang engkau yang terpilih
tuk tebarkan aura kekaguman

Bridge:
Ketidak mampuan aku untuk mendekati,
kadang kala menyakitkan hati

Reff:
Nada indah teruntai bukan tuk dinikmati
bagai biola penyayat hati
damai suara menggema bukan tuk diikuti
engkau biola penyayat hati

Back to * (1x)

sha nana nana nana nana,
sha nana nana nana nana,

sha nana na nana na nana nana nana,
na nana nana nana nana (3x)

Reff:
Nada indah teruntai bukan tuk dinikmati
bagai biola penyayat hati
damai suara menggema bukan tuk diikuti
engkau biola penyayat hati

Engkau biola penyayat hati.

Biola, penyayat hati.

Lagu bisa didengarkan disini.

April 3, 2008

How to be a B*tch

Filed under: thoughts, stories

Sebenarnya sudah lama sih ide postingan ini. Lebih tepatnya sejak pertama kali nonton iklannya. Yup, tentang sebuah iklan TV produk sabun mandi merek terkenal, L*X. Saya yakin, sudah banyak yang tahu iklan ini. Iklan tentang Luna si gadis biasa. Haha.

Buat yang belum pernah lihat iklannya di TV, ini ternyata ada klipnya di situs resminya. Di sini. Buat yang belum pernah lihat iklannya dan males ngeklik linknya juga, ada satu kalimat yang bisa menjelaskan secara singkat isi iklannya: baca judul post ini aja. Hahaha.

Si Luna lagi berlari-lari kecil di hutan, lalu secara ajaib dengan ekspresi orang tolol menemukan batu ajaib nan harum di tengah hutan, which is the sabun yang mengandung magic spell1, lalu mandi di kolam dengan sabun itu dengan ekspresi orgasme, sambil ditontoni hewan-hewan hutan yang horny, lalu gesture dia berubah jadi jalang, lalu tahu-tahu dia mengenakan outfit dengan belahan dada rendah dan rok mini dan high heels [jangan lupa, tatapan sok misterius wanita penjaja seks belakang stasiun], lalu semua orang di sepanjang jalan2 memelototi dia plus pingsan-pingsan terpesona, lalu rumah-rumah yang dia lewati sekonyong-konyong berubah jadi disco, hotel, kasino, dll.

Sekian. Did i miss something? Tambahin ya. Hehe.

Menurut saya, iklan animasi 3D3 ini, definitely, GAGAL. Respon sejenis lainnya bisa dilihat disana dan disitu.

NB: Ternyata si pemilik merk tidak sependapat dengan saya tentang kempuhan iklan ini. Sejak beberapa hari yang lalu, saya melihat billboard besar seperti gambar di bawah ini di perempatan simpang dago. Sial. Kembalikan Tamara/Dian/Luna Maya kami!

Giant billboard Lux magic spell
 
Gambar diambil di sini


1 = Terjemahan kasar: PELET
2 = Dunia Luna sepertinya dunia satu gender. Karena tampaknya semua orang yang dilalui Luna adalah laki-laki. Eh eh… Lalu, Luna apa dong? Bukan orang?
3 = Fakta bahwa iklan ini menggunakan animasi 3D cukup menyatakan bahwa tidak ada wanita yang mau membintangi iklan ini. Mereka lupa menawarkan kepada Dewi Persik kali ya?

December 4, 2007

Klarifikasi

Filed under: stories

Hemm, 2 bulan sudah tidak menulis disini.

Sekedar klarifikasi untuk post sebelum ini. Apapun makna yang tersembunyi di balik post itu. Itu sudah berlalu. Anggap saja oknum Mark sudah bisa melupakan Juliet, dan mereka berdua (Juliet dan Peter, maksudnya) sudah melanjutkan hidupnya bahagia selamanya. Hehe. Setidaknya begitu menurut si Mark.

October 3, 2007

Dua

Filed under: thoughts, stories

Saya benci sinetron.

Selain karena script yang 100% pasti niru, penyutradaraan yang jelek, akting yang payah, cerita yang aneh [kalau gak mau dibilang sampah], ada satu hal lagi [juga selain ratusan alasan lainnya], ceritanya yang terlalu good versus evil.

Pihak protagonis selalu digambarkan sebagai pihak yang putih, bersih, suci, tanpa cela. Sementara pihak antagonis selalu digambarkan sebagai pihak yang jahat, jahat, jahat, dan jahat. Dan biasanya [selalu] pihak protagonis ditindas oleh pihak antagonis tapi tidak pernah melawan. Tapi di ujung cerita protagonis pasti menang dan antagonis kalau tidak bertobat, ya menerima ganjarannya.

Wow, pelajaran moral yang berharga sekali ya.

Oke, enough with the crap. Poinnya adalah, saya tidak percaya hal semacam itu ada. Hal semacam baik putih suci tanpa cela dan hal semacam jahat jahat jahat dan jahat. Setiap orang pasti punya sisi baik dan buruk dalam dirinya. Pertanyaannya sekarang hanya, yang mana yang lebih dominan.

Kalau saya? Haha. Saya sengaja cari di blogthings.com dan mendapat dua tes ini:

You Are 70% Evil


You are very evil. And you’re too evil to care.
Those who love you probably also fear you. A lot.

How Evil Are You?

 

You Are 32% Good

You try to do the right thing, but only when it works out in your favor anyway.
You’re not exactly evil or without ethics, but you could be going down a pretty dark path.
You probably have good intentions. You’ve just gotten comfortable with acting the way you do.
Knowing the difference between good and bad is half the battle. Acting like a good person is the hard part.

You are also probably: A bit jaded and cynical about life’s rules

Right now you are on track to being: A petty criminal

To be a better person: Help a friend in need, without being asked

How Good Are You?

Haha, ternyata bisa pas begitu hasilnya. Hanya meleset 2%. Memang iya, ya? Saya sejahat itu?

Coba saya ingat-ingat ke’jahat’an saya:

  • Saya suka mengejek orang [pendek, gendut, bulat, dll]
  • Saya berbohong dengan sengaja
  • Saya egois oportunis
  • Saya ‘gak suka’an sama orang
  • Saya jahil dan usil
  • Saya tidak suka memberi sedekah ke pengamen di jalanan
  • Saya kadang melanggar hukum
  • Saya pernah korupsi uang
  • Saya pemalas

Akh, tidak tega melanjutkannya. Sudahlah, saya serahkan ke anda saja.

Maaf ya buat teman-teman yang sering saya jahati. Sungguh saya akan berusaha untuk lebih bertobat [refer ke poin kedua dari list di atas]
emoticon

September 28, 2007

Satu

Filed under: thoughts, stories

Kalo Superman punya kryptonite, saya juga punya.

Ciptaan Tuhan, namanya wanita.

Hahaha. Berlebihan.

Iya sungguh. Saya serius. Wanita entah kenapa jadi kelemahan saya. Terutama yang, kalau meminjam istilah seorang kawan, public cantik. Bukannya saya terlalu fisik oriented, tapi wajar kan kalau laki-laki suka sama yang indah-indah. Hehe. Meskipun saya menganut prinsip don’t judge book by its cover, tapi tidak bisa dipungkiri kalau first impression datangnya dari penampilan. Apalagi untuk seorang sanguinis seperti saya.

Kembali lagi ke perihal kelemahan, saya merasa bahwa wanita adalah makhluk terindah ciptaan Tuhan. Meskipun sebagai konsekuensi juga dikaruniai kekompleksan perilaku dan pola pikir yang kadang membuat kaum pria menghabiskan waktu seumur hidup untuk memahaminya.

Entah mengapa saya memiliki kecenderungan untuk gampang tertarik kepada wanita. Ada yang menganggap ini aneh. Ada juga yang menganggap ini biasa saja. Untuk menyukai seorang wanita, saya tidak memerlukan banyak parameter. Memang seringnya sih, fisik. Akan tetapi terkadang intensitas pertemuan sudah cukup membuat saya fall for a girl. Apalagi ketika saya jomblo alias single.

Kira-kira sudah hampir setahun saya sendirian. Salah seorang teman saya ada yang heran dengan kenyataan ini. Kenapa saya dengan keadaan seperti sekarang bisa selama itu men-jomblo. [Harusnya saya menganggap itu adalah pujian ya? Hehe]. Ya saya pun tidak tahu jawabannya. Mungkin juga gara-gara sifat saya seperti yang saya terangkan sebelumnya, easily fall for a girl.

Kenapa begitu, pertama, karena saya sadar bahwa saya dengan mudah tertarik kepada seorang wanita, saya kadang meragukan kualitas perasaan saya kepada wanita yang sedang saya taksir. Terutama ketika saya ‘sober‘. Apalagi dengan usia saya yang sekarang, rasanya tidak salah kalau saya mulai men-target seorang Mrs. right untuk jadi pasangan hidup. Hehe. Sok serius, ya? Tapi begitulah. Rasanya aneh kalau umur segini masih cari pacar tapi tidak berpikir lebih lanjut untuk ke depannya. Meskipun terkadang ada kasus khusus.
Kedua, dengan sifat seperti itu kadang membuat saya susah untuk berkonsentrasi kepada satu wanita. Istilahnya tebar pesona dimana-mana. Hahaha. Gara-gara ini saya juga sering mendapat cap player. Tapi tolong jangan mengartikan terlalu dalam, bukan berarti saya orang yang suka memainkan wanita, ya. Bahkan Lara Croft pun belum pernah saya mainkan.
Ketiga, saya punya sifat positif. Percaya diri. Yang selama ini cenderung bergerak ke arah negatif, merugikan. Terlalu percaya diri, alias GR-an. Bayangkan ke-GR-an saya itu digabungkan dengan sifat gampang tertarik sama wanita. Jadilah saya merasa seluruh wanita yang saya dekati juga mau sama saya. Huahuahaha.

Parah ya?

August 14, 2007

Arti Nama Saya

Filed under: stories

Ikut-ikutan post ini, ah.

Arti nama Dendy Duta Narendra.

Arti Narendra, sudah dijelasin disini.

Arti kata Duta: seperti pada kata duta pada istilah duta besar, artinya utusan.

Arti kata Dendy: Nah, kalau yang ini tampaknya harus jadi satu paragraf, karena memiliki beberapa penjelasan.

Pertama. Kata ayah saya, jika anak pertama yang lahir adalah perempuan, maka akan diberi nama dengan awalan A. Akan tetapi jika keluarnya laki-laki, maka akan diberi nama dengan awalan B. Plus penjelasan dari sini, maka lahirlah nama Bemby. Mengikuti pola tersebut, jika anak kedua lahir perempuan, diberikan nama dengan awalan C. Tapi nyatanya saya laki-laki ganteng tulen, maka lahirlah nama Dendy. Menilik dari kedua nama diatas, ditambah pengetahuan tentang deret aritmatika, maka saya memiliki hipotesis untuk menentukan nama adik saya, kalau ada*. Kalau perempuan, Eeoey. Kalau laki-laki, Feofy. Hal ini juga pernah dibahas disini.

Kedua. Sewaktu saya akan muncul kedunia, ada dua orang yang saya susahkan selain orangtua saya. Bidan yang mengurus persalinan ibu saya, dan eyang putri saya yang bolak-balik bogor-denpasar-singaraja untuk melihat kelahiran cucunya. Sebenarnya itu kesalahan ibu saya kalau ingin mengkambing hitamkan orang lain, memberi tanda-tanda kelahiran palsu. Jadi sudah bolak-balik saya dikira akan ‘mbrojol’, tapi ternyata tidak. Saking sebalnya, bidan sampai memberikan celetukan, "Wah, ini pasti anaknya perempuan, Bu. Masih dandan dulu di dalam. Gak mau keluar kalau belum cantik."

Yup, dandan inherit dandy inherit dendy.**

Dua teori itu saja yang sampai sekarang masih terngiang. Sebenarnya masih ada satu teori lagi, yaitu nama Dendy diambil dari nama salah satu bintang di gugusan bintang terdekat dengan tata surya yaitu Gugus Bintang Alpha Centauri. Tapi saya tidak mau repot-repot melakukan analisa mendalam terhadap teori itu. Silahkan bagi yang ingin membuktikan dengan bertanya dengan mbah ini. Nanti kalau sudah ketemu referensinya beri tahu saya ya. Hehe.

Jadi arti seluruh nama saya adalah: Dendy, utusan raja manusia.***

Rasanya seperti deja vu menulis tulisan ini. Sudah pernah di-post, ya? Ada yang tahu tulisan yang isinya seperti ini?

 


*Hmm, kalau hipotesis ini benar, saya akan bersyukur akan dua hal. Pertama, saya tidak punya adik. Kedua, saya laki-laki. Kalau tidak anda akan memanggil saya Cency.

**Kira-kira, kalau saya sedang merokok di dalam perut ibu saya, nama saya jadi Roky tidak ya?

***Please, jangan diperluas jadi: Si suka dandan, utusan raja manusia. 

July 2, 2007

to bembem

Filed under: stories

this post was dedicated to a person who share the same last name with me:

Despite the physical appearance, you already have everything expected from a big brother.

Happy birthday bro.

-29/06/07- 

June 30, 2007

Tentang Kerja Praktek

Filed under: stories

Ya, seperti kebanyakan mahasiswa teknik Informatika angkatan 2004 lainnya, saya terpaksa mengisi liburan kali ini dengan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Sesuatu yang disebut Kerja Praktek, salah satu beban mata kuliah yang bisa diambil di semester 7 nanti. Karena diharapkan pada saat semester 7 nanti para mahasiswanya sudah menyiapkan laporan tentang aktivitas Kerja Prakteknya masing-masing, secara logis artinya Kerja Praktek itu sendiri harusnya dilakukan sebelum semester pengambilan mata kuliah tersebut di kartu studi masing-masing [kecuali tentunya Anda adalah seorang yang mampu sedemikian hebatnya meramal masa depan sehingga bisa membuat laporan kerja praktek hanya dari ramalan masa depan Anda]. Dan juga karena masa kuliah yang tidak bisa diganggu gugat, konsekuensinya kami harus melaksanakan Kerja Praktek itu dengan merelakan seluruh waktu liburan kami.

Untuk Kerja Praktek ini, saya harus banyak bersyukur kepada Tuhan.
Pertama, saya bersyukur mendapat tempat Kerja Praktek di kampung halaman saya. Karena dengan begitu saya nantinya tidak perlu lagi membayar hutang moral ‘kapan-kamu-pulang-nak’ kepada orang tua. Dan dengan melakukan Kerja Praktek di kampung halaman itu artinya sama dengan pengiritan pengeluaran kantong sendiri [meskipun ada efek samping pada pembengkakan pengeluaran kantong orang tua], karena paling tidak ongkos tempat tinggal-sarapan-makan malam semua berserah kepada orang tua.

Kedua, berhubungan dengan yang pertama, saya bersyukur punya kampung halaman di Denpasar, bukan di kota-kota lainnya yang jauh dari peradaban, Timika atau Merauke misalnya. Tanpa bermaksud mendiskreditkan kota-kota tersebut, tentunya melakukan Kerja Praktek di kota terpencil bisa membuat Anda berpikir keras dimana menemukan tukang ramal yang benar-benar handal.
Di Bali sendiri, di masa-masa liburan seperti ini sedang terjadi high season. Ini salah satu hal yang entah harus saya syukuri atau sesalkan. Karena meningkatnya pangsa pasar pariwisata, berarti meningkatnya juga pangsa pasar seorang jejaka-muda-tampan-mendamba-perawan-cantik-bersahaja. Akan tetapi juga ikut meningkatkan angka-angka pada label harga benda-benda yang tentunya mematikan salah satu hobi saya, berhitung [menghitung selisih antara nilai tertera di label-label itu dengan nilai yang tertera pada lembaran-lembaran rupiah di dompet saya].

Ketiga, saya bersyukur ada perusahaan bernama Mitrais di Kuta, Bali. Tempat Kerja Praktek saya berlangsung. Software house ini kalau tidak salah pemiliknya orang Australia. Sejarahnya, seperti tahun berdirinya, siapa pendirinya, dimana berdirinya, kapan duduknya, dsb, saya kurang tahu persis. Tapi yang jelas perusahaan ini merupakan software house ternama di dunia. Kliennya datang dari berbagai negara. Bahkan ada negara yang meminta Mitrais membuat national defense system information-nya. Tapi di dalam negeri Indonesia sendiri, nama Mitrais kurang dikenal. Kata pembimbing saya, sih, karena memang Mitrais tidak melayani permintaan dari government Indonesia. Karena pemerintah Indonesia terkesan licik. Haha. Saya hanya bisa membenarkan. Apalagi setelah tahu bahwa dulu Mitrais dengan nama dagang lamanya [entah apa] pernah terlibat konflik dengan pemerintah Indonesia.
Bagi kami sendiri para trainee students di sana, Mitrais adalah perusahaan tempat Kerja Praktek yang layak dari segi kesejahteraan anggota. Selain uang saku yang lumayan, fasilitas yang ada membuat kami merasa nyaman disana.

Rasanya masih banyak hal lain-lain yang perlu saya syukuri selama melakukan kerja praktek ini. Bukan berarti tidak ada hal-hal yang kurang mengenakkan yang terjadi pada saya, akan tetapi saya lebih memandang akan jauh lebih bijaksana mengingat-ingat dan mensyukuri anugerah yang diterima dari-Nya dari pada menyesalkan dan mengutuk kesialan dan ketidak beruntungan yang terjadi pada diri. Meskipun nantinya mungkin akan ditemukan tulisan-tulisan lampiasan emosi dan kemarahan. Hehehe.