April 15, 2008

Spirited Away & Howl’s Moving Castle

Filed under: review

Hari ini hanya menyampah, menonton film-film yang tersedia di harddisk. Apalagi yang bisa diharapkan dari seorang BegundalTM. Hahaha. Tapi setelah menonton kedua film ini. Jadi merasa harus mengupdate blog :P

Iya, kedua judul filmnya saya jadikan judul postingan ini. Dua-duanya adalah film animasi dari jepang buatan Studio Ghibli. Yang pertama mungkin sudah banyak juga yang tahu, Spirited Away, atau dalam bahasa jepangnya, Sen to Chihiro no Kamikakushi. Film keluaran 2001 ini sempat memenangkan Oscar untuk best animated feature tahun 2003. Saya sendiri sih memang sudah santer mendengar kabarnya sejak berada di kampus gadjah. Tapi baru berkesempatan menonton kemarin.

Ceritanya sangat unik, tentang seorang gadis kecil yang terperangkap di dunia lain (dunia spirit) dan harus bekerja di rumah pemandian milik seorang wanita yang menahan orangtuanya yang telah berubah menjadi babi.

 

Hasil reviewnya: Harus Tonton. Hehe.

Film yang kedua berjudul, dalam bahasa jepangnya, Hauru no Ugoku Shiro [Howl’s Moving Castle]. Sama seperti film pertama, film ini memiliki cerita yang juga unik. Bedanya latar film ini mengambil dunia yang khayal atau fantasi. Lagi-lagi film kartun jepang mendapat pengakuan di mata dunia karena film ini juga masuk nominasi Oscar untuk best features animation feature pada tahun 2006. Efek dari film Spirited Away, beberapa artis Hollywood mau mengisi suara film animasi ini untuk versi English-nya. Ambil contoh suara Howl yang diisi oleh Christian ‘Batman’ Bale, ada lagi  Billy Crystal, komedian Hollywood yang lumayan tenar, mengisi suara Calcifer.

Ceritanya tentang seorang Sophie yang terkena kutukan oleh seorang penyihir sehingga menjadi seorang nenek-nenek, dan dalam perjalanannya menyembuhkan diri dari kutukan tersebut harus bertemu dengan kastil bergerak, yang mana lebih mirip tumpukan rongsokan [kata sophie, ‘what a dump‘], milik Howl, penyihir tampan misterius yang penuh rahasia.

 

Hasil reviewnya: Harus, harus, harus tonton.

Keduanya adalah film indah yang akan membuat anda berucap lantang, "Baguuuuussss" sambil tersenyum di endingnya. Wajib tonton. Bersama keluarga atau teman juga lebih bagus. Menambah efek kebaikan yang ditanamkan pesan moral film ini kepada penontonnya. Salut buat Pak Hayao Miyazaki, penulis, sekaligus sutradara filmnya, sekaligus co-founder Studio Ghibli. Jadi pengen hunt film-film keluaran studio itu nih. Ada yang punya? Minta dong. emoticon


Trivia: Pak Hayao ini ternyata saling menginfluence dengan Om Lasseter. Kenal? Buktinya, dalam film Spirited Away ada ‘karakter’ yang muncul sesaat, yaitu si lampu yang bisa loncat-loncat [mirip logo perusahaan si Om, yang inisialnya P]. Dan sebaliknya edisi dub English dari film ini ditangani langsung sama Om Lasseter. Efeknya, saat menonton edisi dub-nya, gerak bibir karakter dengan suaranya tidak terlihat aneh.

April 5, 2008

Buat SFS

Filed under: thoughts, stories, lessons

Pertama kali tahu keberadaannya, oleh gunjang-ganjing teman seband. Yang katanya dia adalah wanita sempurna. Cantik, pintar, baik, ramah, skill musiknya oke, sporty juga, tajir, aktivis, banyak kegiatan dimana-mana, gaul, dan banyak lagi hal yang bisa dikagumi laki-laki terhadap seorang wanita. Bahkan, lead composer band kami, membuat sebuah lagu yang dibuat untuknya terinspirasi darinya. Sayang sekali, ketika ada kesempatan bagi band kami untuk latihan bersama dengannya [dia bermain biola], saya harus absen karena sesuatu hal. Sial. Padahal saya ingin melihat ekspresinya ketika tahu lagu tersebut dipersembahkan untuknya. Saat mendengar bahwa dia telah memiliki seseorang, beberapa personel kami patah hati. Akan tetapi mulai bisa nerimo setelah tahu seseorang tersebut ganteng, baik, skill musiknya [bass] keren pisan, aktivis [ketua himpunan, gitu], tajir, dan banyak lagi hal yang hanya dimiliki oleh penggabungan sifat-sifat unggul personel-personel band kami [gitaris kami, tajir tapi jelek; basis kami, skill tapi jelek; drummer kami, aktivis tapi jelek; keyboardis band kami, udah gendut juga jelek; saya, baik tapi agak ganteng sedikit].

Itu tahun pertama dan kedua. Tentunya euforia berlebihan terhadapnya mulai menyusut seiring waktu. Di tahun ketiga, saya akhirnya mendapat kesempatan bekerja sama dengannya dalam suatu kepanitiaan olimpiade. Kalau tidak salah di divisi non-pertandingan. Saya yang mendaftar di dalam divisi tersebut [karena ketua divisinya adalah bung IPK 4 yang ini, yang notabene sejurusan] akhirnya mendapat kesempatan untuk berkontribusi setelah sebelumnya gaji buta, pada acara one week tour. Ceritanya dalam seminggu, panitia membawa obor olimpiade ke himpunan-himpunan sebagai bentuk dukungan mereka terhadap olimpiade. Kalau tidak salah, dia adalah ketua panitia acara ini. Long story short, saya berhasil dijebak manusia ber-IPK 4 untuk menjadi danlap hari terakhir acara tersebut. Jadilah saya berputar-putar di seputar kampus berteriak-teriak membawa TOA "turunkan harga BBM, turunkan harga tempe, turunkan harga HP, saya mau beli HP" mengunjungi himpunan-himpunan. Disana, kali pertama saya berkenalan dengannya, melalui mediator bung IPK 4.

 

"Shana," Ujarnya saat menjabat tangan saya. "Makasih ya, sudah mau jadi danlap. Lain kali minta tolong lagi ya." sambil melempar senyum. Saya terdiam sesaat, terpesona lebih tepatnya. Ada semacam aura [yang sekarang saya definisikan sebagai, Aura Shana] disana. Aura itu membuat saya rasanya ingin membantu lebih banyak lagi di olimpiade. "Dendy," jawab saya, tanpa menyadari orangnya sudah tidak ada disana.

Di tengah tahun ketiga, baru saya mendapatkan kesempatan benar-benar mengenalnya. Ketika dia menghampiri saya di suatu hari yang cerah untuk jiwa yang sepi, menawarkan saya untuk ikut berkontribusi di kabinet Ijul yang baru saja terpilih menjadi presiden KM ITB. Ketika itu, saya memang ingin menyalurkan energi berlebih. Siapa tahu nanti di kabinet dapat kecengan, lalu jadian, lalu nikah, lalu punya anak, lalu seterusnya. Jadi, tawaran menjadi wakil menkominfo itu saya iyakan saja tanpa pikir panjang. Haha. Sungguh merupakan hari yang cerah bagi dia, menteri kominfo, dapat satu wakil tanpa perlu persuasi susah payah.

Di kominfo, saya jadi kenal banyak wanita yang sering dipanggil shabul ini [shana bulet, shana gembul, shana shabul, dll]. Panggilan sayang tersebut datang, terutama karena pipinya yang menutupi sebagian besar mukanya. Hahaha. Saya juga lebih mengenal apa itu Aura Shana, beserta efek positif maupun negatifnya [Berbahaya, lho. Bagi lelaki single, ganteng, kepedean kalau lama-lama berada dekat dia. Haha.]

Demikianlah, akhir dari awal perjumpaan saya dengan wanita luar biasa ini. Selama setahun bekerja bersamanya, banyak hal yang saya pelajari. Banyak tawa, sangat sedikit air mata, dan beberapa murka. Terutama akhir-akhir kepengurusan. Hehe. [Maap ya, Bu]. Satu yang paling saya ingat dari wanita ini, adalah senyumnya. Selalu mengiringi kemana dia pergi. Di balik senyum itu ada kepercayaan untuk mengubah lingkungan sekitarnya, dan bahkan dunia, menjadi lebih baik. Karena itu ketika dia mencalonkan diri dan terpilih sebagai presiden [wanita pertama] KM ITB, saya yakin, kemahasiswaan ITB akan menjadi lebih baik. Indonesia akan menjadi lebih baik.

Selamat kepada Shana Fatina Sukarsono yang telah terpilih menjadi Presiden Kabinet KM ITB 2008/2009. Semoga bisa menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Sebagai ucapan selamat, ini lagu dari SWGTB yang dulu kami persembahkan untukmu. Hwehehe.

shabul 

Biola Penyayat Hati by SWGTB

Gerakanmu
Indah tak hanya bagi diriku
Menakjubkan tak hanya untukku
Kau sempurna
Banyak orang berkata begitu
Dan memancing angan kesombongan, untuk memiliki

(*)
Cahayamu
Datang menyilaukan mata ini
Menyenangkan juga memedihkan
Bukan salahmu
Sinar itu terpancar darimu
Mungkin memang engkau yang terpilih
tuk tebarkan aura kekaguman

Bridge:
Ketidak mampuan aku untuk mendekati,
kadang kala menyakitkan hati

Reff:
Nada indah teruntai bukan tuk dinikmati
bagai biola penyayat hati
damai suara menggema bukan tuk diikuti
engkau biola penyayat hati

Back to * (1x)

sha nana nana nana nana,
sha nana nana nana nana,

sha nana na nana na nana nana nana,
na nana nana nana nana (3x)

Reff:
Nada indah teruntai bukan tuk dinikmati
bagai biola penyayat hati
damai suara menggema bukan tuk diikuti
engkau biola penyayat hati

Engkau biola penyayat hati.

Biola, penyayat hati.

Lagu bisa didengarkan disini.

April 3, 2008

How to be a B*tch

Filed under: thoughts, stories

Sebenarnya sudah lama sih ide postingan ini. Lebih tepatnya sejak pertama kali nonton iklannya. Yup, tentang sebuah iklan TV produk sabun mandi merek terkenal, L*X. Saya yakin, sudah banyak yang tahu iklan ini. Iklan tentang Luna si gadis biasa. Haha.

Buat yang belum pernah lihat iklannya di TV, ini ternyata ada klipnya di situs resminya. Di sini. Buat yang belum pernah lihat iklannya dan males ngeklik linknya juga, ada satu kalimat yang bisa menjelaskan secara singkat isi iklannya: baca judul post ini aja. Hahaha.

Si Luna lagi berlari-lari kecil di hutan, lalu secara ajaib dengan ekspresi orang tolol menemukan batu ajaib nan harum di tengah hutan, which is the sabun yang mengandung magic spell1, lalu mandi di kolam dengan sabun itu dengan ekspresi orgasme, sambil ditontoni hewan-hewan hutan yang horny, lalu gesture dia berubah jadi jalang, lalu tahu-tahu dia mengenakan outfit dengan belahan dada rendah dan rok mini dan high heels [jangan lupa, tatapan sok misterius wanita penjaja seks belakang stasiun], lalu semua orang di sepanjang jalan2 memelototi dia plus pingsan-pingsan terpesona, lalu rumah-rumah yang dia lewati sekonyong-konyong berubah jadi disco, hotel, kasino, dll.

Sekian. Did i miss something? Tambahin ya. Hehe.

Menurut saya, iklan animasi 3D3 ini, definitely, GAGAL. Respon sejenis lainnya bisa dilihat disana dan disitu.

NB: Ternyata si pemilik merk tidak sependapat dengan saya tentang kempuhan iklan ini. Sejak beberapa hari yang lalu, saya melihat billboard besar seperti gambar di bawah ini di perempatan simpang dago. Sial. Kembalikan Tamara/Dian/Luna Maya kami!

Giant billboard Lux magic spell
 
Gambar diambil di sini


1 = Terjemahan kasar: PELET
2 = Dunia Luna sepertinya dunia satu gender. Karena tampaknya semua orang yang dilalui Luna adalah laki-laki. Eh eh… Lalu, Luna apa dong? Bukan orang?
3 = Fakta bahwa iklan ini menggunakan animasi 3D cukup menyatakan bahwa tidak ada wanita yang mau membintangi iklan ini. Mereka lupa menawarkan kepada Dewi Persik kali ya?

October 8, 2007

post #61

Filed under: thoughts

Kemaren malam menonton lagi film love actually [Thanks to dugong atas pinjaman DVDnya], lagi-lagi terkesima pada scene yang sama ketika saya menonton pertama kali dulu.

Scene ketika karakter Mark akhirnya pada malam Natal menyatakan perasaannya kepada Juliet, istri dari Peter, teman baiknya.

[Juliet dan Peter sedang duduk santai mesra sambil menonton televisi]

(doorbell)

Juliet: I’ll get it.

[Juliet turun ke bawah dan membuka pintu. Ada Mark disana membawa sekumpulan kertas dan sebuah tape player.] 

Juliet: Oh, hi. 

Peter: Who, is it?

[Mark memberikan isyarat agar Juliet tidak langsung menjawab, kemudian menunjukan tulisan di kertas teratas.] 

Mark: (SAY IT’S CAROL SINGERS)

Juliet: [Mengangguk tanda mengerti, kemudian berteriak ke Peter] It’s carol singers!

Peter:  Give them a quid and tell them to bugger off!

[Peter membesarkan volume TV.]

[Mark meletakkan tape player di bawah dan menyalakannya. Lagu silent night terdengar keluar dari sana. Ia kemudian melanjutkan menunjukkan kertas yang ia bawa, ke Juliet, satu persatu.]

Mark: (WITH ANY LUCK, BY NEXT YEAR) 

Mark: (I’LL BE GOING OUT WITH ONE OF THIS GIRL) 

Mark: ([foto-foto model/selebritis])

Mark: (BUT FOR NOW LET ME SAY,)

Mark: (WITHOUT HOPE OR AGENDA)

Mark: (JUST BECAUSE IT’S CHRISTMAS-)

Mark: ((AND AT CHRISTMAS YOU TELL THE TRUTH))

Mark: (TO ME, YOU ARE PERFECT)

Mark: (AND MY WASTED HEART WILL LOVE YOU)

Mark: (UNTIL YOU LOOK LIKE THIS)

Mark: ([foto mumi wanita])

Mark: (MERRY CHRISTMAS)

[Juliet terkesima. Ternyata teman baik suaminya menyimpan perasaan seperti itu kepadanya.]

Juliet: [berbisik] merry christmas..

[Mark selesai menunjukkan kertas-kertasnya. Kemudian mengacungkan dua buah jempol sambil tersenyum kepada Juliet sebagai tanda terima kasih telah menurut. Lalu ia berjalan menjauh dari depan rumah juliet dan peter.] 

[Belum jauh Mark melangkah, Juliet keluar dari rumahnya dan berlari mengejar Mark. Lalu memberikan ciuman di bibir Mark. Setelah saling bertatapan selama beberapa detik, Juliet kembali berlari memasuki rumahnya.] 

Mark: Enough. Enough now. 

Sebenarnya ini draft 3 bulan yang lalu. Karena belum saya beri judul, Blogsome menyimpannya dengan judul diatas. Saya menulis post ini pada tanggal 3 Juni 2007. Tapi karena beberapa alasan, saya tidak pernah jadi mempublishnya. Ketika membaca draft ini lagi sekarang, saya tertohok. Jadi mengerti kenapa saya menulis post ini, kenapa saya suka betul dengan bagian ini pada film itu…

Because in my love life, in the end, it was me saying, "Enough. Enough now."

October 4, 2007

Macan Kahim

Filed under: thoughts

Idenya dari celetukan Bang Ade dan Bu Shana tentang desain kaos untuk para mantan calon ketua himpunan, Macan Kahim, orang-orang yang pernah mencalonkan diri sebagai ketua himpunan namun tidak terpilih. Kebanyakan yang saya kenal sih, termasuk mereka berdua, orang-orang freak. Hahaha. Udah kalah tapi tetap mengeksiskan diri sebagai macan kahim. Ya sudah, desain ini buat kalian, guys.

Sebenarnya sih, saya tidak niat-niat amat mendesainnya. Hanya saja ketika mendengar kata macan [dalam arti sesungguhnya], saya jadi penasaran. Bisa tidak ya gambar macan tutul di-treshold dijadikan desain kaos. Karena saya pernah melihat desain harimau, and it was stunning. Lagian bisa dipaksakan dimasukkan filosofinya, para mantan calon kahim tersebut meskipun kalah mereka tetap orang-orang yang garang dan berani mencalonkan diri menjadi orang nomor satu di himpunan masing-masing. Haha.
Jadilah desain gambar ini dengan bantuan potosop dan coleldlaw.

Btw, ini source aslinya dari tante Wiki.

Haha, amatir ya? It’s an one hours design.

Ini desain kaos jadinya: macankahim.gif

October 3, 2007

Dua

Filed under: thoughts, stories

Saya benci sinetron.

Selain karena script yang 100% pasti niru, penyutradaraan yang jelek, akting yang payah, cerita yang aneh [kalau gak mau dibilang sampah], ada satu hal lagi [juga selain ratusan alasan lainnya], ceritanya yang terlalu good versus evil.

Pihak protagonis selalu digambarkan sebagai pihak yang putih, bersih, suci, tanpa cela. Sementara pihak antagonis selalu digambarkan sebagai pihak yang jahat, jahat, jahat, dan jahat. Dan biasanya [selalu] pihak protagonis ditindas oleh pihak antagonis tapi tidak pernah melawan. Tapi di ujung cerita protagonis pasti menang dan antagonis kalau tidak bertobat, ya menerima ganjarannya.

Wow, pelajaran moral yang berharga sekali ya.

Oke, enough with the crap. Poinnya adalah, saya tidak percaya hal semacam itu ada. Hal semacam baik putih suci tanpa cela dan hal semacam jahat jahat jahat dan jahat. Setiap orang pasti punya sisi baik dan buruk dalam dirinya. Pertanyaannya sekarang hanya, yang mana yang lebih dominan.

Kalau saya? Haha. Saya sengaja cari di blogthings.com dan mendapat dua tes ini:

You Are 70% Evil


You are very evil. And you’re too evil to care.
Those who love you probably also fear you. A lot.

How Evil Are You?

 

You Are 32% Good

You try to do the right thing, but only when it works out in your favor anyway.
You’re not exactly evil or without ethics, but you could be going down a pretty dark path.
You probably have good intentions. You’ve just gotten comfortable with acting the way you do.
Knowing the difference between good and bad is half the battle. Acting like a good person is the hard part.

You are also probably: A bit jaded and cynical about life’s rules

Right now you are on track to being: A petty criminal

To be a better person: Help a friend in need, without being asked

How Good Are You?

Haha, ternyata bisa pas begitu hasilnya. Hanya meleset 2%. Memang iya, ya? Saya sejahat itu?

Coba saya ingat-ingat ke’jahat’an saya:

  • Saya suka mengejek orang [pendek, gendut, bulat, dll]
  • Saya berbohong dengan sengaja
  • Saya egois oportunis
  • Saya ‘gak suka’an sama orang
  • Saya jahil dan usil
  • Saya tidak suka memberi sedekah ke pengamen di jalanan
  • Saya kadang melanggar hukum
  • Saya pernah korupsi uang
  • Saya pemalas

Akh, tidak tega melanjutkannya. Sudahlah, saya serahkan ke anda saja.

Maaf ya buat teman-teman yang sering saya jahati. Sungguh saya akan berusaha untuk lebih bertobat [refer ke poin kedua dari list di atas]
emoticon

September 28, 2007

Satu

Filed under: thoughts, stories

Kalo Superman punya kryptonite, saya juga punya.

Ciptaan Tuhan, namanya wanita.

Hahaha. Berlebihan.

Iya sungguh. Saya serius. Wanita entah kenapa jadi kelemahan saya. Terutama yang, kalau meminjam istilah seorang kawan, public cantik. Bukannya saya terlalu fisik oriented, tapi wajar kan kalau laki-laki suka sama yang indah-indah. Hehe. Meskipun saya menganut prinsip don’t judge book by its cover, tapi tidak bisa dipungkiri kalau first impression datangnya dari penampilan. Apalagi untuk seorang sanguinis seperti saya.

Kembali lagi ke perihal kelemahan, saya merasa bahwa wanita adalah makhluk terindah ciptaan Tuhan. Meskipun sebagai konsekuensi juga dikaruniai kekompleksan perilaku dan pola pikir yang kadang membuat kaum pria menghabiskan waktu seumur hidup untuk memahaminya.

Entah mengapa saya memiliki kecenderungan untuk gampang tertarik kepada wanita. Ada yang menganggap ini aneh. Ada juga yang menganggap ini biasa saja. Untuk menyukai seorang wanita, saya tidak memerlukan banyak parameter. Memang seringnya sih, fisik. Akan tetapi terkadang intensitas pertemuan sudah cukup membuat saya fall for a girl. Apalagi ketika saya jomblo alias single.

Kira-kira sudah hampir setahun saya sendirian. Salah seorang teman saya ada yang heran dengan kenyataan ini. Kenapa saya dengan keadaan seperti sekarang bisa selama itu men-jomblo. [Harusnya saya menganggap itu adalah pujian ya? Hehe]. Ya saya pun tidak tahu jawabannya. Mungkin juga gara-gara sifat saya seperti yang saya terangkan sebelumnya, easily fall for a girl.

Kenapa begitu, pertama, karena saya sadar bahwa saya dengan mudah tertarik kepada seorang wanita, saya kadang meragukan kualitas perasaan saya kepada wanita yang sedang saya taksir. Terutama ketika saya ‘sober‘. Apalagi dengan usia saya yang sekarang, rasanya tidak salah kalau saya mulai men-target seorang Mrs. right untuk jadi pasangan hidup. Hehe. Sok serius, ya? Tapi begitulah. Rasanya aneh kalau umur segini masih cari pacar tapi tidak berpikir lebih lanjut untuk ke depannya. Meskipun terkadang ada kasus khusus.
Kedua, dengan sifat seperti itu kadang membuat saya susah untuk berkonsentrasi kepada satu wanita. Istilahnya tebar pesona dimana-mana. Hahaha. Gara-gara ini saya juga sering mendapat cap player. Tapi tolong jangan mengartikan terlalu dalam, bukan berarti saya orang yang suka memainkan wanita, ya. Bahkan Lara Croft pun belum pernah saya mainkan.
Ketiga, saya punya sifat positif. Percaya diri. Yang selama ini cenderung bergerak ke arah negatif, merugikan. Terlalu percaya diri, alias GR-an. Bayangkan ke-GR-an saya itu digabungkan dengan sifat gampang tertarik sama wanita. Jadilah saya merasa seluruh wanita yang saya dekati juga mau sama saya. Huahuahaha.

Parah ya?

May 19, 2007

Kucing Schroedinger

Filed under: thoughts, blogs, lessons
Ini penjelasan eksperimen ‘kucing Schroedinger’ dari post yang ini.

Penjelasan ilmiahnya bisa dibaca di sini.

Penjelasan tidak ilmiahnya [versi dende] bisa dibaca di bawah ini:
Eksperimen ini dilakukan oleh seorang ilmuan fisika bernama Erwin Schroedinger yang bertujuan untuk mengilustrasikan kekurangan teori mekanika kuantum pada awalnya. Saya tidak akan menjelaskan mekanika kuantum disini karena saya sendiri nggak ngerti bukan seorang fisikawan, tapi bagi saya eksperimen ‘kucing Schroedinger’ ini menarik. Bayangkan, seekor kucing bisa hidup dan mati di waktu yang bersamaan. Hehe.

Sebelum jadi membingungkan, saya akan jelaskan tahapan eksperimennya. Seekor kucing yang masih hidup diletakkan di dalam sebuah kotak yang memiliki rangkaian alat sebagai berikut: Suatu Geiger Counter berisi suatu zat radioaktif yang kemudian disambungkan dengan suatu mekanisme yang bisa memecahkan sebuah tabung kaca berisi gas beracun mematikan. Peluang untuk zat radioaktif tersebut untuk meluruh dalam waktu satu jam adalah fifty : fifty. Jika terjadi peluruhan, maka Geiger Counter tertrigger, tabung kaca pecah, gas beracun menyebar dalam kotak, kucing pun mati. Jika tidak terjadi peluruhan, kucing tetap hidup. Sederhana sebenarnya.

Teori yang dikemukakan oleh Schroedinger adalah, selama satu jam, kucing tersebut akan berada pada dua kondisi sekaligus. Hidup DAN mati. Ketika setelah satu jam seseorang memutuskan untuk mengecek isi kotak tersebut, maka keseimbangan kuantum [jangan tanya saya apa arti kata-kata ini] kotak tersebut akan terganggu dan kondisi dualisme tadi terpecahkan. Kucing hanya hidup ATAU hanya mati. Sederhana bukan?

picture taken from wiki

Dunia paralel

Filed under: thoughts
Pernah dengar teori dunia paralel atau dalam bahasa Inggrisnya parallel universe? Teori dunia paralel menyatakan bahwa kehidupan manusia beserta alam semesta ini [universe] sebenarnya ada banyak. Banyak semesta ini berjalan secara paralel satu sama lain. Meskipun ini hanya teori yang kebanyakan hanya muncul di cerita fiksi, tetapi ide akan adanya multiverse ini cukup populer. Keterangan tentang multiverse dan paralel universe lebih lanjut bisa dibaca di salah satu link yang muncul di sini.

Bagi Anda yang pernah menonton dan mengikuti film serial sliders, atau menonton filmnya Jet Li yang berjudul the one pasti akan dengan mudah mengerti maksud saya. Kedua film ini berlatar belakang dunia paralel yang benar-benar nyata dan manusia dengan suatu metode tertentu, bisa mengalami perjalanan antara dunia paralel ini.

Saya sendiri memiliki pandangan sendiri terhadap teori dunia paralel tersebut. Bagi saya dunia paralel itu ada. Maya [bukan nama sebenarnya, bahkan bukan nama orang]. Kemayaan dunia paralel disini maksudnya: ada, tetapi kita tidak bisa berinteraksi dengan entitas di dalamnya. Saya mengilustrasikan keparalelan dunia disini dengan banyak garis yang saling bersilangan. Dimana satu garis menggambarkan sebuah dunia/universe.

Dunia paralel ada, ketika manusia dihadapkan pada suatu persimpangan, atau suatu hal yang membuat seseorang memilih. Penjelasan ini dapat dipermudah dengan susah, dengan menggunakan eksperimen ‘kucing Schrodinger’ [Penjelasan tentang eksperimen ini bisa dibaca di sini]. Dimana saat pelaku eksperimen memutuskan untuk membuka kotak maka otomatis akan tercipta dua dunia yang baru. Dunia pertama dimana kucing ditemukan hidup, dan dunia satunya dimana kucing ditemukan mati.

Contoh lain, ketika seseorang, sebut saja -tanpa bermaksud mendiskreditkan orang bernama budi- bernama dende, dihadapkan pada suatu pilihan yang mengharuskan dia memilih antara A, B, C, D, atau E [anggap saja dende sedang menghadapi SPMB]. Maka akan terciptalah dunia-dunia dengan dende-dendenya masing-masing sesuai pilihannya masing-masing. Pada dunia pertama dende memilih A, pada dunia kedua dia memilih B, dan juga seterusnya sampai pilihan E. Selain itu muncul juga dunia dimana dende memutuskan untuk tidak memilih apa-apa [karena kalau salah nilainya minus], atau dunia lain lagi dimana dende memutuskan untuk lari meninggalkan ruang kelas [karena kena diare misalnya], atau dunia lain dengan situasi yang tak hingga banyaknya.

Karena hal tersebut berlaku untuk setiap manusia maka jumlah dunia paralel yang ada bisa dihitung. Yaitu jumlah manusia yang ada di muka bumi dikali jumlah pilihan-pilihan yang ada di tiap detik kehidupan tiap individu. Hasilnya tak hingga. Karena jumlah pilihan yang dihadapi tiap manusia dalam hidupnya tak hingga. Mulai dari persimpangan skala besar [memilih calon istri, yang seperti Dian Sastro atau Luna Maya; memilih jurusan tempat kuliah; memilih ingin komentar di post ini atau tidak], hingga skala kecil [memilih ngupil pakai kelingking atau jempol, pakai tangan kiri atau tangan kanan, pakai tangan sendiri atau tangan teman].

Tentunya banyak dunia paralel yang berbeda berarti banyak cerita hidup yang berbeda. Misalnya dengan contoh ekstrim, masih pada contoh dengan tokoh yang sama, pada dunia dengan dende memilih pilihan A, dende bisa lulus SPMB; diterima masuk jurusan komputer Institut Ternama di Bandung; diwisuda dengan sukses; jadi enterpreneur; lalu berakhir jadi orang kaya raya [amin]. Atau contoh lain, pada dunia dengan dende memilih untuk lari, ia tidak lulus SPMB; depresi; jadi gila; berakhir di Institut Tempat orang Bodoh [istilah lain yang maksa dari institusi perawatan orang cacat mental].

Masih berada dalam pandangan saya, ending-ending yang berbeda tadi, tidak mutlak terjadi hanya karena satu langkah awal. Akan tetapi terdapat percabangan-percabangan yang memungkinkan ending yang berbeda. Sebagai contoh, dende yang memilih pilihan A, bisa saja juga berakhir di Institut Tempat orang Bodoh. Misalnya, di tengah-tengah masa kuliahnya, di semester 6 misalnya, beban kuliah yang overload membuatnya jadi stres; kemudian dia jadi gila.
Atau mungkin malah kasus sebaliknya, dende yang tidak lulus SPMB; depresi; in spite of jadi gila dia menulis buku; ternyata bukunya laris; jadilah orang kaya raya. Intinya, suatu akhir cerita [dende kaya raya atau dende gila], dapat ditempuh dari dunia-dunia yang berbeda, seperti halnya satu awal cerita [dende menghadapi SPMB] dapat menimbulkan dunia-dunia yang berbeda.

Sebenarnya pemikiran saya belum berhenti sampai disini. Masih ada lanjutannya. Akan tetapi karena tampaknya terlalu panjang, saya bagi saja postingan kali ini menjadi dua bagian.

May 12, 2007

Visi itu perlu

Filed under: thoughts, stories
Malam ini saya belajar banyak lagi. Kali ini tentang sekolah saya yang lain, sebuah unit bernama resmi Unit Kesenian Bali Maha Gotra Ganesha Institut Teknologi Bandung. Yang biasa dipanggil Maha Gotra Ganesha, disingkat MGG dibaca em-ge-ge. Ceritanya, tadi malam, atau barusan, kami mengadakan laporan pertanggung jawaban kepengurusan 2006/2007. Dihadiri sekitar 40-50 orang anggota biasa MGG hingga anggota luar biasa (alumni). Banyak hal yang saya pelajari disana. Tapi ada satu hal yang menurut saya vital dan penting untuk jadi bahan pembelajaran. Pentingnya visi seorang pemimpin.
 
Berada di banyak organisasi, atau sekolah, membuat saya banyak melakukan studi banding. Salah satu yang kontras dalam hal ini adalah MGG dan Kabinet KM ITB. Maksud saya kontras dalam hal visi pemimpinnya tentunya. Di MGG, saya sebagai salah satu pengurus, ketua divisi PSDA malah, jarang merasa saya adalah pengurus. Entah apakah itu salah saya yang gak bisa menyamakan pandangan dengan pemimpin saya di MGG, atau memang sang pemimpinnya sendiri memang gak punya pandangan apa-apa untuk MGG kedepannya. Saya memiliki proker hantu, yang meski tidak dikerjakan pun sepertinya tidak apa-apa. Saya tahu kalau kesalahan dilimpahkan kepada saya pun, saya pasti akan terima sepenuh hati untuk saya pertanggung jawabkan. Tapi sekali lagi, tanpa bermaksud menyalahkan siapa-siapa, kalau saja waktu itu saya mengerti arah gerak saya, paling tidak saya punya sedikit motivasi untuk mengerjakan proker-proker tadi. Sementara itu sebagai perbandingan, di kabinet, visi pemimpinnya, dalam hal ini bang Ijul, sangat jelas. Besar tapi bukan bual. Tinggi tapi bukan mimpi.

Oh, saya baru ingat. Perbandingan saya salah. Seharusnya saya tidak membandingkan. Yang satu diakhir kepengurusan, yang satunya diawal kepengurusan. Siapa yang tahu diawal kepengurusannya, ketua MGG 06/07 sebenarnya punya visi gemilang, tapi ternyata meredup menghadapi realitas kehidupan organisasi? Dan siapa juga yang tahu apakah nantinya visi ijul akan tetap berkibar atau malah tenggelam dengan dunia kemahasiswaan ITB yang ‘freak-anjis’? Ya sudah, kalau begitu cukup sampai segini perbandingan saya.

Satu hal yang pasti saya dapat sebagai pembelajaran, jika mau terjadi perubahan di MGG, dibutuhkan pemimpin-pemimpin baru yang visioner. Tidak perlu revolusioner, cukup punya cita-cita dan harapan akan kehidupan MGG yang lebih baik, maka MGG akan selamat. Saya berharap, teman-teman yang akan maju menjadi calon ketua nanti, benar-benar mempunyai visi yang bisa diperjuangkan. Hidup MGG. Salam Siktar!

NB: Sebagai selingan, untuk memperindah post kali ini. Saya masukkan poster kampanye calon ketua nomor urut 2 dari pemilihan ketua MGG 2006/2007.
NBnya NB: Sungguh, gak ada maksud politis atau apa pun. Ini murni cuma bagian dari fungsi blog yang ‘membantu mengenang masa lalu’ [meski ternyata masa lalu tersebut sungguh kelam. hahahah…]

wajah dan nama sengaja disensor, demi itikad baik bersama :P